Maman and Farouk memancing di bawah Jambatan Tg. Lumpur.Taken with Nikon Coolpix 5700 on Oct. 2005
(Gambar dan sajak tidak ada kena mengena)
Senja …
Sunyi yang penuh ketenangan,
Kaki langit merah menyala namun tidak membakar jiwa,
Burung berterbangan…
Kembali menyahut dorongan masa,
Aku gelisah... termenung,
Hari bersilih-ganti,
Cuaca berubah… masa berlalu,
Ia pergi tanpa ku sedari... terus maju tidak menunggu,
Apakah berkumandangnya azan tidak memberi apa-apa erti?
Tidak terdetik rasa ingin bangkit dan bersuci?
Aku masih menunggu... mengharap lagi,
Menanti… memerhati keindahan Pencipta melakar mega merah... mengasyikkan,
Apakah masih tidak mengerti?
Memang resah… gelisah tapi menikmati!
Aku tahu!…tahu! Masa tidak menunggu,
Kedengaran cengkerik berorkestra mengingati perjalanan masa,
Kian menjelang waktu yang baru,
Kedengaran lagi! Dipanggil lagi!
Laungan azan beralun lantang penuh sayu,
Memujuk… membelai… mengusik hati,
Aku tersentuh... namun masih lagi menunggu,
Bebal!! Mengapa masih di situ!
Namun... tidak keseorangan,
Di kiri… di kanan masing-masing bertenggong,
Menunggu sambaran umpan penuh harapan,
Leka… di pinggir kali saban senja.
Karya IKelah
